Gejala Umum Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Gejala Umum Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Attention deficit hyperactivity disorder merupakan salah satu penyakit mental yang sering terjadi pada anak-anak. Attention deficit hyperactivity Disorder ini sering disingkat menjadi ADHD. Meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa Attention deficit hyperactivity disorder ini juga dapat terjadi pada orang dewasa. Sampai saat ini pun penyebab utama dari penyakit ini belum jelas atau belum pasti. Namun pendugaan sementara bahwa penyakit mental ini merupakan salah satu penyakit bawaan genetik dan juga penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Attention deficit hyperactivity disorder ini biasanya sudah dapat dilihat gejalanya ketika masih anak-anak. Terlebih anak-anak yang menderita penyakit ADHD ini akan terlihat berbeda dan menonjol dibandingkan dengan anak-anak lainnya. Semakin bertambah usia maka gejalanya juga akan semakin terlihat mencolok terlebih saat anak tersebut mengalami puber. Tidak menutup kemungkinan juga Attention deficit hyperactivity disorder ini muncul ketika penderita sudah dewasa.

Gejala umum yang sering terjadi bagi para penderita Attention deficit hyperactivity disorder ini yaitu untuk sulit memusatkan perhatiannya. Selain itu mereka juga akan menunjukkan perilaku yang hiperaktif dan juga impulsif. Sulitnya memusatkan perhatian serta perilaku yang hiperaktif dan impulsif ini sering terjadi dan tidak normal. Berbeda dengan kebanyakan anak pada umumnya. Dan inilah penjelasan dari salah satu pemain poker di situs yang menjadi seorang ahli ADHD mengenai gejala yang dialami oleh para penderita attention deficit hyperactivity, yaitu :

1. Sulit memusatkan perhatian
Gejala yang pertama yaitu sulit untuk memutuskan perhatiannya. Penderita Attention deficit hyperactivity disorder ini akan sulit untuk dapat memperhatikan arahan yang diberikan orang lain bagi anak-anak biasanya mereka juga akan sulit menerima pelajaran yang diberikan oleh para guru. Para penderita juga tidak akan fokus ketika sedang mengerjakan suatu hal, perhatian dari mereka akan mudah terikat oleh yang lainnya. Bahkan para penderita Attention deficit hyperactivity disorder ini akan terlihat tidak peduli ketika seseorang sedang memberikan arahan. Mereka akan cenderung mengabaikan atau tidak mendengarkan pembicaraan dari orang lain. Bahkan ketika mereka diajak bicara secara langsung mereka sering menghiraukan obrolan dari orang lain.

Selain itu para penderita juga akan kesulitan ketika harus memperhatikan hal-hal yang detail. Mereka dengan mudah bersikap ceroboh dan sulit sekali untuk dapat mengatur tugas serta aktivitas yang akan mereka jalani. Karena cenderung tidak memperhatikan pembicaraan atau instruksi dari orang lain, penderita juga akan sulit untuk menjalankan instruksi yang diberikan oleh orang lain. Mereka tidak akan menyukai berbagai macam aktivitas yang perlu pemusatan perhatian.

2. Perilaku hiperaktif dan impulsif
Gejala yang selanjutnya yaitu adanya perilaku hiperaktif dan impulsif. Contoh umum dari perilaku ini seperti sulit untuk diam ataupun duduk di tempatnya ketika sedang mengikuti pembelajaran di sekolah atau yang lainnya. Para penderita akan kesulitan ketika diminta untuk melakukan aktivitas dengan tenang. Anak-anak penderita ADHD ini juga senang jika harus berlari-lari atau memanjat sesuatu namun tidak ada waktu yang tepat. Bahkan para penderita juga seringkali memotong pembicaraan orang lain dan mereka juga cenderung lebih banyak bicara. Para penderita Attention deficit hyperactivity disorder juga sering mengganggu berbagai macam aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Mereka akan kesulitan jika harus diminta untuk berdiam diri karena mereka akan sering atau merasa selalu ingin bergerak.

Itulah gejala umum dari penderitaan Attention deficit hyperactivity disorder yang terjadi pada anak-anak. Meskipun pada orang dewasa biasanya gejalanya sedikit berbeda. Seperti contohnya yaitu pada gejala hiperaktif dan akan semakin berkurang ketika mereka bertambah usia. Namun untuk gejala memusatkan perhatian cenderung akan semakin bertambah ketika mereka semakin dewasa.

Penanganan Bagi Para Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Artikel Bantuan Blog

Penanganan Bagi Para Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Penanganan Bagi Para Penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder – ADHD merupakan singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Ini merupakan salah satu penyakit mental yang sering terjadi pada anak-anak. Namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga bisa dialami oleh orang dewasa. Para penderita penyakit Attention Deficit Hyperactivity Disorder biasanya disembuhkan dengan obat-obatan serta terapi khusus. Karena pada dasarnya tidak ada jalan pintas yang dapat menyembuhkan kondisi ini. Untuk dapat menyembuhkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang terjadi pada seseorang maka harus diperlukan kesiapan dan juga komitmen yang baik. Dilihat dari kondisi keuangan, emosi, dan kesiapan serta komitmen dari segi waktu.

Meskipun sebenarnya kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder pada penderita tidak dapat disembuhkan secara penuh. Dengan melakukan terapi khusus atau obat-obatan tertentu Attention Deficit Hyperactivity Disorder pada seseorang dapat diminimalisirkan gejalanya yang timbul. Dengan meminimalisirkan gejala dari penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder ini maka mereka dapat menjalani aktivitasnya lebih nyaman dan terlihat lebih normal. Dan inilah penjelasan mengenai penanganan yang dapat diberikan kepada para penderita ADHD.

1. Penanganan melalui Obat-obatan
Penanganan yang pertama yaitu melalui obat-obatan. Bagi para penderita penyakit Attention Deficit Hyperactivity Disorder obat yang sering diberikan yaitu methylphenidate. Cara kerja yang dimiliki oleh obat ini sendiri yaitu dengan menyeimbangkan senyawa kimia yang ada pada otak. Dengan begitu maka gejala yang timbul pada para penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder ini dapat diredakan.

Obat jenis methylphenidate ini aman ketika dikonsumsi oleh anak-anak. Namun pemberian obat jenis ini pada anak-anak tetap diawasi atau dipantau oleh para dokter. Karena efek yang timbul biasanya yaitu terjadinya gangguan pada jantung. Jika anak-anak mengalami efek samping terjadinya gangguan pada jantung atau resiko tinggi mengalami hal tersebut maka dokter akan memberikan resep obat yang lainnya. Obat yang lainnya bisa berupa berbagai macam obat golongan agonis alfa seperti contohnya yaitu clonidine. Selain itu bisa juga diberikan obat berupa Amitriptyline dan Atomoxetine.

2. Penanganan Melalui Psikoterapi
Penanganan yang selanjutnya yaitu dengan terapi khusus melalui para psikoterapi. Hal ini akan sangat membantu bagi para penderita adhd. Melalui penanganan Psikoterapi penderita dapat diminimalisirkan terjadinya gangguan mental yang lainnya seperti contohnya yang paling sering terjadi yaitu depresi. Attention Deficit Hyperactivity Disorder akan semakin buruk ketika disertai dengan penyakit gangguan mental yang lainnya sehingga dengan melalui penanganan psikoterapi ini dapat membantu para penderita mengatasi gangguan mental tersebut. Dan inilah beberapa jenis terapi psikoterapi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan:

A. Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT)
Terapi yang pertama yaitu terapi perilaku kognitif atau yang biasa disebut sebagai cognitive behavioural therapy yang disingkat menjadi CBT. Dengan mengikuti terapi yang satu ini maka para penderita ADHD dapat mengubah bentuk pola pikirnya dan juga tindakan atau perilaku dalam menghadapi suatu bentuk masalah atau situasi tertentu yang mereka hadapi.

B. Terapi psikoedukasi
Terapi yang selanjutnya yaitu jenis terapi psikoedukasi. Dengan menjalankan terapi ini para penderita ADHD dapat menemukan solusi atau mengatasi gejala yang sering timbul dalam diri mereka. Dengan terapi psikoedukasi ini para penderita akan diajak untuk berbagai cerita. Dari cerita tersebutlah mereka dapat mengungkapkan kesulitan-kesulitan apa yang mereka dapatkan dan mencarikan solusinya.

C. Pelatihan interaksi sosial
Terapi yang selanjutnya yaitu pelatihan interaksi sosial. Dalam menjalani terapi ini para penderita penyakit ADHD dapat lebih memahami bagaimana perilaku sosial yang layak atau sikap mereka yang seharusnya dalam suatu situasi tertentu. Itulah beberapa jenis penanganan menangani penderita ADHD melalui pelatihan psikoterapi. Dalam melakukan penanganan pada penderita ADHD seseorang yang membimbingnya juga harus paham benar cara mengatasinya. Seperti contohnya di sini yaitu keluarga terlebih orangtuanya, kemudian para pengasuh jika diasuh, dan guru yang mengajar. Untuk itu para pemimpin biasanya juga mendapatkan atau diberikan program khusus pelatihan untuk menangani para penderita ADHD.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!